SHARE
Pemerintah Diminta Edukasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19
Kordinator Wilayah (Korwil) Koalisi Relawan (Kawan) Vaksin Kalimantan Barat David Nurfianto

PONTIANAK – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya mengeluarkan use of emergency authorization atau izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 (Sinovac). Kendati demikian, pemerintah perlu mengambil langkah edukatif untuk merespon pelaksanaan vaksinasi.

Hal itu dikemukakan Kordinator Wilayah (Korwil) Koalisi Relawan (Kawan) Vaksin Kalimantan Barat David Nurfianto. Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan POM adalah  kabar baik bagi masyarakat.

“Tentu ini kabar baik, sehingga keraguan masyarakat tentang vaksin ini bisa sedikit berkurang,” ujar David, Selasa (12/1/2021).

Namun David mengingatkan bahwa tak sedikit masyarakat yang masih menolak. Ini disebabkan  belum adanya edukasi lebih tentang reaksi maupun efek dari vaksin tersebut.

“Alangkah baiknya sebelum vaksinisasi dilakukan pemerintah harus mengedukasi warga tentang ini,” jelasnya.

Terkait ancaman sanksi bagi yang menolak vaksinasi, David berharap pemerintah tidak berlebihan dalam memberi sanksi. Apalagi sampai mendenda bahkan ancaman lain. Karena, menurutnya warga negara memilik hak untuk menerima atau tidak menerima.

“Harusnya ada Informed Consent, perjanjian untuk menerima dan menolak. Dalam dunia medis itu ada dan telah diterapkan. Jadi mau ada yang menerima dan yang menolak ya tidak apa,” imbuhnya.

David menuturkan bahwa dalam pelaksanaan vaksinisasi harus sesuai prosedur dan protokol kesehatan yang ada.

“Intinya petugas yang menyuntikkan harus yang sudah mempuni, sehingga meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,” tukasnya.

Selain itu, David menegaskan pihak terkait harus selalu memonitoring klien yang divaksin. Karena hal itu sudah jadi tanggung jawab, dimana untuk mengontrol kejadian yang tidak diinginkan pasca vaksin.

Mengenai efek pemberian, David menjelaskan bahwa secara umum efek yang terjadi setelah divaksin ialah reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

“Tapi ada juga reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala.,” tutupnya. (ANS)