SHARE
Pembelajaran Tatap Muka Dijadwalkan 15 Februari
Ilustrasi

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana menggelar pembelajaran tatap muka di tingkat SMA, SMK, dan SLB pada 15 Febuari 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat Sugeng Hariadi mengatakan pembukaan sekolah kembali akan melihat perkembangan zona risiko penularan Covid-19 di Kalbar dan menunggu arahan selanjutnya dari Gubernur Kalbar.

“Diperkirakan pembelajaran tatap muka di sekolah akan kembali digelar 15 Februari 2021. Kita akan lihat perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar dan kami akan meminta arahan Gubernur Kalbar selaku Ketua Satgas Covid-19,” jelas Sugeng di Pontianak, Rabu (20/1/2021).

Sebelumnya pada akhir 2020, Pemprov Kalbar telah mengizinkan pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah dan pemerintah pusat merencanakan akan membuka kembali pada 4 Januari 2021.

Namun pada awal  2021, berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kalbar, pembelajaran tatap muka kembali dihentikan dan ditunda hingga 15 Februari 2021. Penghentian dan penundaan tersebut diambil karena melihat risiko penularan kasus Covid-19 pasca libur Natal dan Tahun Baru.

Menurut Sugeng, apabila pada awal Febuari kasus konfirmasi Covid-19 menurun dan gubernur mengizinkan sekolah dibuka, maka pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan di sekolah.

“Kita berharap kasus di Kalbar menurun. Apalagi sekolah di Kalbar sebenarnya sudah sangat siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Sugeng mengungkapkan sebenarnya sekolah-sekolah di Kalbar, khususnya tingkat SMA/SMK sudah mengusulkan kepada Disdikbud Kalbar untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

“Sekolah yang mengajukan kepada kita sudah di atas 90 persen. Mereka siap melaksanakan pembelajaran tatap muka, termasuk izin dari orang tua setiap daerah bervariatif persenanya,” ungkapnya.

Sugeng menjelaskan pembelajaran tatap muka di sekolah akan tetap meminta izin dari orang tua siswa. Dimana apabila ada orang tua tidak mengizinkan, maka akan tetap dilayani untuk pembelajaran dengan daring.

“Waktu kita uji coba pembelajaran di sekolah, orang tua itu yang mengizinkan ada 60 persen. Tapi sekarang persentasenya di atas itu,” katanya.

Untuk persiapan pembelajaran tatap muka nantinya khusus untuk Kota Pontianak dan Singkawang akan lebih dahulu dilaksanakan Rapid Antigen untuk seluruh guru dan siswanya akan dirandom. Kemudian untuk 12 kabupaten lainnya juga dilaksanakan di sekolah yang terletak di ibu kota kabupaten.

“Sekolah wajib menyiapkan protokol kesehatan seperti alat cuci tangan, masker cadangan, dan lainnya. Tapi rata-rata semua sekolah sudah siap prasarana itu,” katanya.

Sugeng berharap kasus Covid-19 di Kalbar semakin menurun, sehingga pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Dia juga berpesan kepada seluruh guru dan pihak sekolah untuk tetap bersabar dengan kondisi ini.

“Kita harus bersabar dengan dilaksanakan pembelajaran di rumah sekarang. Khususnya untuk guru saya harap bisa berinovasi, agar siswa tidak jenuh dengan belajar daring,” tutupnya. (ANS)