SHARE
PDP di Kalbar Bertambah Satu Orang
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson saat konferensi pers di Kantor Gubernur Kalbar. Foto: HAG/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson Azroi membeberkan penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak satu orang di Kalbar dan dirawat di RSUD Sambas. Pasien adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sambas yang bekerja di Malaysia.

Harisson mengatakan, pasien adalah laki-laki berusia 37 tahun. Pada tanggal 10 Maret 2020, pasien menderita sakit di Sibu dan pada 19 Maret 2020 pulang ke Indonesia melalui jalur tikus di perbatasan Aruk.

“Jadi dia pulang ke Indonesia menggunakan taksi ke perbatasan Biawak dan Aruk. Karena alasan paspornya kadaluarsa dia tidak berani melewati PLBN Aruk. Dia berjalan kaki lewat jalur tikus antara Biawak dan Aruk,” ujar Harisson saat konferensi pers di Kantor Dinkes Kalbar, Senin (23/3/2020).

Ia mengatakan, setelah sampai di rumah, pasien dibawa keluarganya untuk berobat dan pada tanggal 21 Maret 2020 pasien dirawat di RSUD Sambas. Pasien mengalami demam, batuk, pilek, dan pembengkakan di kaki, sehingga ditetapkan sebagai PDP.

Harisson mengaku hingga saat ini total PDP di Kalbar sebanyak 21 orang. Ia menuturkan petugas kesehatan justru harus mewaspadai orang-orang yang masih masuk ke Kalbar menggunakan jalur tikus. Oleh karena itu, petugas kesehatan harus memastikan jalur yang dilewati oleh pasien yang baru saja pulang dari luar negeri. (HAG)