SHARE
Pangdam XII Tanjungpura Imbau Keluarga Prajurit TNI Bijak Bermedia Sosial
Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. Foto: Pendam XII Tanjungpura

PONTIANAK – Ulah iseng Irma Nasution, istri eks Dandim 1417 Kendari Kolonel Hendi Suhendi yang mengomentari peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto berakibat fatal. Komentar yang diunggahnya di media sosial itu harus dibayar mahal karena sang suami terpaksa dicopot dari jabatannya oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa.

Peristiwa yang menjadi sorotan publik itu pun turut ditanggapi oleh Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. Ditemui seusai menghadiri Apel Besar Tiga Pilar di Pontianak, Nur Rahmad mengaku menyayangkan tindakan tak elok yang dilakukan istri eks Dandim Kendari.

Kendati peristiwa tersebut tidak terjadi di wilayah hukumnya, Pangdam berpesan kepada para keluarga prajurit TNI untuk tidak mengulangi perbuatan yang dilakukan oleh eks Dandim Kendari tersebut. Kepada jajarannya, Nur Rahmad juga meminta untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial.

“Kita sudah memberikan penekanan, sesuai dengan yang saya sampaikan pada beberapa kesempatan, kepada masyarakat juga sudah, supaya menetralisir berita hoaks. Kita harus bijak dalam menggunakan medsos,” ucapnya di Hotel Aston Pontianak, Senin (14/10/2019).

Pangdam XII Tanjungpura ini mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Irma Nasution sebetulnya tidak perlu terjadi. Sebab kata dia, tidak semua berita itu harus ditanggapi, terlebih berita tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Tidak harus dibagikan kepada orang lain. Lebih baik di situasi seperti sekarang ini kita melakukan pengecekan informasi yang tidak jelas. Begitu sampai di kita langsung di delete,” imbuhnya.

Lebih jauh jenderal bintang dua ini menyatakan bahwa kasus yang menimpa eks Dandim Kendari tersebut harus dijadikan pelajaran bagi semua prajurit TNI. Sebab menurut dia, bukan tidak mungkin prajurit TNI lainnya bisa ikut disanksi apabila salah satu anggota keluarganya melakukan tindakan serupa. (NAJ)