SHARE
Pameran Fotografi Art & Diplomacy Ajak Publik Pontianak Tak Amnesia Sejarah
Suasana diskusi Art & Diplomacy di PMK Coworking Space Pontianak, Sabtu (24/8/2019). Foto: Dok PMK.

PONTIANAK-Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerja sama dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Gandarrana menggelar pameran fotografi bertajuk Art & Diplomacy. Di Pontianak, perhelatan ini berlangsung pada Sabtu-Minggu (24-25/8/2019) di PMK Coworking Space, Jalan Karna Sosial Gang Wonoyoso 2, Pontianak Selatan.

Pameran ini diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-74 RI, sekaligus mengajak pecinta fotografi di Kalbar umumnya dan Kota Pontianak khususnya untuk melihat sebuah rangkaian dokumentasi sumber sejarah yang dikemas dalam bentuk pameran fotografi.

“Kita mengajak publik untuk melihat sisi lain dari diplomasi para tokoh bangsa yang sedikit diketahui kebanyakaan orang,” kata panitia penyelenggara di Kota Pontianak, Victor Fedalis Sentosa.

Secara nasional, pameran tersebut juga berlangsung di Perpustakaan Nasional dan Galeri Foto Jurnalistik Antara. Sedangkan di luar negeri, pameran dipusatkan di Bronbeek, Belanda, dari tanggal 15 Agustus–15 September 2019.

Pameran dibuka pada Sabtu (24/8/2019) sore hingga 15 September 2019. Pada pembukaan, tampak hadir fotografer senior Kota Pontianak, Timbul Mujadi, dan fotografer Kantor Berita Antara, Jessica Helena Wuysang. Keduanya menjadi pemantik diskusi bersama Ahmad Sofian dari sisi pegiat sejarah, dengan dipandu oleh Yeni Mada dari Balai Bahasa.

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Kalbar Teguh Imam Wibowo mengatakan, pameran ini bertujuan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan dicapai dengan segala usaha yang mengorbankan jiwa, raga, harta, dan pikiran. “Ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam merawat dan menjaga ingatan kolektif kita, agar kelak kita tidak menjadi bangsa yang amnesia sejarah,” kata dia. (*/R-1)