SHARE
Ketua MUI Kalbar K.H. Basri Har. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat K.H. Basri Har mengajak seluruh umat muslim untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan. Terlebih di 10 hari terakhir ini, kata dia, umat Islam sangat dianjurkan untuk menambah ibadah khusus, yakni iktikaf di dalam masjid. 

“Bahkan pada 10 hari Ramadan yang terakhir, kalau perlu tambah lagi ibadah kita dengan iktikaf di masjid,” ujarnya saat diwawancarai di Sekretariat MUI Kalbar, Jalan Ahamd Yani Pontianak, Sabtu (25/5/2019). 

Ajakan itu diutarakan Basri Har mengingat kecenderungan sebagian masyarakat yang hanya semangat beribadah di awal Ramadan. Lebih-lebih di akhir Ramadan, lanjut dia, masyarakat bukannya lebih memperbanyak ibadah, justru lebih banyak berkunjung ke pusat perbelanjaan. 

“Mari kita rebut keberkahan Ramadan karena ada kecenderungan masyarakat kita suka Ramadan hanya di awal-awal. Begitu masuk 10 kedua apalagi 10 terakhir itu mulai sepi rumah ibadah. Lebih banyak ke mal,” tuturnya. 

Lebih jauh Basri Har juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengistimewakan hari-hari tertentu di bulan suci Ramadan. Sebab kata dia, semua hari di bulan Ramadan adalah istimewa karena di dalamnya mengandung banyak keberkahan. 

“Sebenarnya memang ada hadis yang berbunyi 10 pertama (Ramadan) rahmat Allah, 10 yang kedua maghfirah atau ampunan Allah dan 10 yang ketiga kebebasan dari api neraka. Tetapi sesungguhnya semuanya itu mengandung itu. Jadi sebenarnya dari hari pertama sampai terakhir itu ada ampunan Allah karena bulan Ramadan itu memang bulan pengampunan. Kalau kita diampuni, insyaallah Allah akan melepaskan kita dari api neraka,” terangnya. 

“Oleh karena itu, jangan pernah kita membedakan hari-hari Ramadan. Satu sampai 30 atau satu sampai 29 itu tetap semangat menjalankan ibadah. Perbanyak doa insyaallah kita akan mendapatkan keberkahan Ramadan,” pungkasnya. (NAJ)