SHARE
Mayoritas Kader PBB Ingin Ganti Presiden
Submer: Batara Online

PONTIANAK-Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra melakukan manuver politik. Secara mengejutkan Yusril menerima pinangan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Maruf untuk menjadi pengacara pasangan nomor urut 01 tersebut.

Hal ini pun mendapat atensi publik seantero negeri. Tak terkecuali oleh Ketua DPW PBB Kalimantan Barat Hendri Rivai. Hendri, sapaan akrabnya menuturkan bergabungnya Yusril ke kubu Jokowi Maruf merupakan hak individunya sebagai advokat tanpa membawa serta bendera partai.

“Jadi andaikata Pak Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua DPP PBB yang menjadi pengacara Pak Jokowi, itu adalah hak individu beliau. Kebetulan Pak Yusril itu seorang profesional, seorang pengacara,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat DPW PBB Kalbar, Jalan Cendana Pontianak, Kamis (8/11/2018).

Partai Bulan Bintang disebut Hendri sampai saat ini belum menyatakan dukungan ke salah satu calon presiden dan wakil presiden tertentu. Dukungan nantinya akan ditentukan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang akan dilakukan Desember mendatang. Namun, Hendri menggarisbawahi bahwa mayoritas kader PBB Kalimantan Barat menginginkan pergantian presiden.

“Untuk menyatakan sikap ke Pak Jokowi itu belum karena semuanya itu akan ditentukan dalam Rakornas bulan depan di Jakarta. Sesuai dengan keinginan warga PBB Kalimantan Barat kita ingin ganti presiden. Tapi, penentuan sikap tetap kita menunggu rakornas,” lanjutnya.

Terlepas dari apapun sikap Ketua Umum DPP PBB, Hendri yang juga merupakan Ketua DPD FKPPBM Kalbar ini meminta kader PBB Kalimantan Barat untuk merapatkan barisan dalam rangka menghadapi Pemilu 2019.

“Yang pasti kita imbau kepada seluruh anggota Partai Bulan Bintang Kalbar, ayo kita rapatkan barisan bagaimana kita bisa mendapat posisi di DPRD Kota, Provinsi dan DPR RI,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Hendri turut menyatakan perolehan suara PBB di Kalimantan Barat akan mengalami peningkatan signifikan. Ia juga menyebut target perolehan kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan Kota Pontianak pada pemilihan anggota legislatif tahun 2019.

“Partai Bulan Bintang sejak era kepemimpinan saya ibarat kata permata yang telah lama hilang timbul kembali. Jadi, insyaallah saya sendiri berkeinginan untuk di Kalimantan Barat itu ada perubahan yang signifikan. Kalau di kota itu ada 2 kursi, nanti saya kira bisa lima. Kalau di provinsi sekarang tidak ada. Sekarang atau nanti di 2019 minimal ada satu dari Dapil Kota Pontianak yakni saya sendiri. Insyaallah,” tutupnya. (NAJ)