SHARE
KPU Kota Pontianak Bakal Rekrut 14 Ribu Petugas KPPS
Ketua KPU Kota Pontianak Deni Nuliadi. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak akan memulai tahapan perekrutan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) pada akhir Februari 2019. Sebanyak 14.007 petugas KPPS pun bakal direkrut untuk ditempatkan di 2.001 TPS yang tersebar di seluruh Kota Pontianak.

“Pada 28 Februari itu tahapan perekrutan anggota KPPS kita mulai. Untuk kota Pontianak, karena jumlah anggota TPS kita untuk sementara ini berjumlah 2001 TPS, maka kita membutuhkan 14.007 anggota KPPS,” ujarnya Ketua KPU Kota Pontianak Deni Nuliadi saat ditemui di Kantor KPU Kota Pontianak, Jumat (8/2/2019).

Deni juga menerangkan bahwa usia minimal 25 tahun tidak lagi menjadi syarat bagi calon petugas KPPS yang hendak mendaftar. Bahkan, warga Kota Pontianak yang berusia 17 tahun pun dibolehkan untuk ikut mendaftarkan diri. Atas dasar itu, dirinya pun mengajak kaum muda, terkhusus kaum milenial Pontianak untuk ikut berpartisipasi menjadi anggota KPPS.

“Untuk Pemilu 2019 ini, syarat untuk menjadi anggota KPPS itu tidak lagi berumur 25 tahun. Umur 17 tahun pun bisa menjadi anggota KPPS. Untuk itu kita mengajak kaum muda, khususnya kaum milenial ikut bergabung menjadi anggota KPPS yang akan bertugas pada tanggal 17 April 2019,” ajaknya.

Pada kesempatan yang sama, Deni juga menjamin independensi anggota KPPS yang bakal direkrut. Petugas KPPS yang bakal direkrut KPU Kota Pontianak juga dipastikannya tidak akan memihak, baik terhadap paslon presiden/wakil presiden maupun peserta Pemilu lainnya. Guna memastikan hal itu, dalam melakukan perekrutan, KPU Kota Pontianak dikatakannya bakal menyeleksi secara ketat.

“Salah satu syarat utama untuk menjadi anggota KPPS ini adalah independen. Dia netral dan tidak memihak kepada pasangan calon, atau para peserta Pemilu lainnya. Untuk itu, calon anggota KPPS yang mendaftar, kita akan cek di tim kampanye dan keanggotaan partai politik akan kita cek. Untuk media sosial, sedapat mungkin akan kita tekankan dan kita harapkan tidak ada keberpihakan di media sosial milik calon anggota KPPS,” tandasnya. (NAJ)