SHARE
Kawasan ini Bakal Jadi Sentra Kuliner Kota Pontianak
Salah satu kuliner khas Pontianak, kwetiau goreng Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berencana membangun sentra kuliner di beberapa titik di Kota Pontianak. Beberapa titik yang direncanakan antara lain di Jalan Paralel Sungai Jawi, Jalan Paralel Sungai Raya Dalam, dan Paralel Parit Tokaya. 

“Kita akan mencoba membangun sentra kuliner di beberapa titik seperti di Jalan Paralel Sungai Jawi, Jalan Paralel Sungai Raya Dalam, Paralel Parit Tokaya,” kata Edi ketika diwawancarai saat menghadiri Pontianak Food Festival Khatulistiwa Jazz di Halaman Parkir Ayani Mega Mal Pontianak, Sabtu (9/2/2019) malam. 

Selain tiga titik tersebut, kawasan Waterfront City yang terletak di pinggir Sungai Kapuas juga bakal dijadikan Edi sebagai sentra kuliner. Lebih dari itu, kawasan yang digadang-gadang bakal menjadi destinasi wisata baru di Kota Pontianak ini juga akan dijadikannya sebagai pusat ekonomi kreatif.

Rencana Wali Kota ini pun mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kota Pontianak Herman Hofie Munawar. Ia beranggapan bahwa wacana pembuatan sentra kuliner merupakan sebuah langkah maju bagi Pemerintah Kota Pontianak.

“Jadi kita berikan apresiasi kepada Pemkot Pontianak. Saya pikir ini langkah maju untuk membuka beberapa titik sebagai pusat kuliner. Ini satu langkah yang positif saya pikir,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Pontianak, Senin (11/2/2019).

Namun demikian, dalam pelaksanaannya kelak, Pemkot Pontianak dimintanya untuk mempertimbangkan representasi tempat yang direncanakan. Ketiga tempat yang direncanakan yakni Jalan Paralel Sungai Jawi, Jalan Paralel Sungai Raya Dalam dan Paralel Parittokaya dikehendakinya dapat memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli. 

“Ada beberapa aspek yang mesti diperhatikan dalam konteks ini. Pertama menyangkut masalah tempat. Tempat ini harus dikaji betul bahwa nantinya harus representatif. Artinya ada kenyamanan bagi para pedagang maupun konsumen,” pintanya. 

Di tempat yang sama, anggota Fraksi PPP DPRD Kota Pontianak ini juga mengaku mendukung rencana Pemkot Pontianak menempatkan sentra kuliner di kawasan Water Front City. Namun, langkah tersebut dikatakannya mesti dikaji dengan matang supaya pedagang yang nantinya berjualan di lokasi tersebut dapat terkendali. Atas dasar itu, dirinya pun mendorong pembentukan suatu badan yang secara khusus melakukan pengelolaan sentra kuliner. 

“Menyoal rencana penempatan di water front city, saya pikir ini langkah yang juga cukup bagus. Tapi, jangan lupa untuk mengkajinya betul-betul. Nanti justru tidak terkendali. Harus ada satu badan tersendiri untuk melakukan pengelolaan sehingga itu bisa memberikan multiplier effect yang cukup besar,” tukasnya. 

Lebih lanjut Herman berharap keberadaan sentra kuliner nantinya dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar. Dirinya juga berharap agar lapak-lapak yang disediakan nantinya tidak ditempati oleh pemodal-pemodal besar, melainkan pengusaha-pengusaha kecil.

“Kita harap sentra kuliner ini bisa mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif sehingga nantinya dapat memberdayakan ibu-ibu PKK di tingkat kelurahan. Kita harapkan juga supaya yang mengisi pusat kuliner ini adalah pengusaha-pengusaha kecil, bukan pemodal-pemodal besar,” tutupnya. (NAJ)