SHARE
Kapolresta Ajak Netizen Bijak Bermedia Sosial
Ilustrasi

PONTIANAK – Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir mengajak netizen untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial. Ia juga meminta kepada warganet untuk menahan diri terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Para netizen, ketika ada berita kronologis yang baru sepihak, sebaiknya jangan terlalu terburu-buru menyebarluaskan. Karena, berita tersebut baru sepihak. Tunggu ada pihak lain yang lebih berkompeten dalam hal masalah pengaduan,” ucap Anwar di Mapolresta Pontianak, Rabu (10/4/2019) malam.

Anwar menerangkan bahwa penyebaran informasi yang keliru di media sosial dapat berdampak buruk bagi masyarakat luas. Sebagai contoh, kata dia, ialah kekeliruan informasi atas peristiwa penganiayaan terhadap salah seorang siswi SMP di Kota Pontianak baru-baru ini.

“Harus arif dan bijaksana kita dalam bermedia sosial ini. Karena, dampaknya luar biasa. Seperti kasus ini contohnya. Di media sosial dikabarkan bahwa anak ini dianiaya oleh 12 orang pelaku, kemudian kemaluannya ditusuk-tusuk. Tapi, fakta yang ada tidak seperti itu. Yang ada si penganiaya hanya tiga orang. Kemudian tidak ada tusuk-menusuk kemaluan korban,” tuturnya.

Mantan Kapolresta Sidoarjo ini turut menyayangkan perilaku kebanyakan warganet dalam menggunakan media sosial. Bahkan kata dia, tak sedikit dari warganet yang malas memikirkan dampak yang ditimbulkan akibat kebiasaan mengunggah dan menyebar berita yang keliru.

“Terkadang gampang saja upload dan share tanpa memperhatikan dampaknya,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Anwar turut menjelaskan bahwa Tim Siber Mabes Polri kini tengah melakukan penyelidikan dari sisi siber terhadap kasus penganiayaan yang viral di jagat maya itu. Mabes Polri dikatakannya akan menelusuri asal mula beredarnya kabar tersebut hingga menjadi trending topic di media sosial.

“Dari Mabes Polri tadi juga sudah menyampaikan bahwa Dir Cyber juga memonitor dan mengasistensi langsung penanganan kasus ini khususnya di dunia siber. Mulai dari masuk kenapa bisa menjadi trending topic di dunia. Seperti apa asal muasalnya berita ini sehingga berkembang terus. Ini sedang diselidiki oleh Mabes Polri juga. Kapolri sangat atensi dengan kasus ini. Kabid Humas Polda dan Bapak Kapolda juga menyampaikan tentang itu. Jadi ini sangat diatensi,” tandasnya. (NAJ)