SHARE
Kadis Dukcapil Kalbar Imbau Warga Tak Sembarangan Serahkan KTP
Ilustrasi

PONTIANAK – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak Suparma menyayangkan kasus dugaan penipuan pemalsuan identitas yang terjadi di Pontianak baru-baru ini. Dugaan pemalsuan dokumen tersebut bahkan mengakibatkan puluhan warga Pontianak menanggung beban tagihan di bank senilai Rp8 juta. 

Suparma menyatakan bahwa semestinya warga tidak sembarangan menyerahkan kartu identitasnya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab kata dia, hal itu rentan disalahgunakan oleh oknum tertentu lantaran modus kejahatan saat ini kian canggih, seiring dengan kemajuan teknologi. 

“Janganlah asal kasi KTP kepada orang yang tidak bertanggung jawab, kecuali ada urusan di bank, mau naik pesawat, atau diminta di kepolisian. Di luar dari itu sebaiknya janganlah, karena tingkat kejahatan sekarang ini semakin canggih,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Disdukcapil Kota Pontianak, Jalan Letjen Sutoyo Pontianak, Jumat (12/7/2019). 

Guna mengantisipasi terulangnya peristiwa ini, Suparma mengimbau masyarakat untuk tidak mudah diiming-imingi sesuatu ketika diminta menyerahkan kartu identitas. Dia juga menginformasikan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak tertentu yang mengaku-ngaku bisa mengurusi pembuatan kartu tanda penduduk. 

“Kalau mau ngurus gitu-gitu tuh istilahnya langsung saja. Petugas di kecamatan ada atau langsung ke Dukcapil saja. Hati-hatilah kalau soal begini nih,” ajaknya. 

Sebagaimana diketahui, pada Rabu (10/7/2019) lalu telah terjadi penipuan di Kota Pontianak, tepatnya di Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan sebuah aplikasi travel online ini diketahui setelah puluhan warga merasa dirugikan lantaran tercatat memiliki utang hingga jutaan rupiah di bank. Padahal, puluhan warga itu mengaku tidak pernah melakukan pinjaman ke bank. 

Warga mengaku sebelumnya memang pernah didatangi oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai perwakilan dari perusahaan yang bergerak di bidang travel online. Oknum tersebut diketahui meminta menyerahkan kartu identitas lalu kemudian memberikan uang tunai senilai Rp100 ribu kepada warga yang bersedia. Warga sekitar juga tidak menyangka sama sekali apabila keteledorannya menyerahkan kartu identitas itu akan berdampak buruk di kemudian hari. (NAJ)