SHARE
Hati-Hati Sebelum Menyerahkan Kartu Identitas

PONTIANAK – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat Mochammad Riezky F. Purnomo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati sebelum memberikan kartu identitas kepada orang lain. Imbauan itu dikeluarkan Riezky guna mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan kartu identitas yang dapat merugikan masyarakat, sebagaimana yang terjadi di Kota Pontianak baru-baru ini.

Tidak hanya KTP, segala macam kartu identitas seperti SIM, NPWP, kartu ATM, dan berbagai jenis kartu identitas yang memuat data pribadi juga diharapkan tidak diserahkan secara sembarangan, terlebih kepada orang tak dikenal. Selain itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan SMS atau telepon dari seseorang yang menawarkan pinjaman online. 

“Imbauan kami agar berhati-hati terhadap data pribadi. Kalau punya kartu ATM, jangan sembarangan dikasih pinjam ke orang. Juga sudah kita imbau jika ada SMS penawaran atau misal telepon gelap, hati-hati. Jangan sampai terpancing kita memberikan data pribadi. KTP jangan dikasih sembarangan ke orang. SIM, NPWP, kartu keanggotaan, ID Card perusahaan juga karena ini memuat data pribadi sehingga bisa dijadikan sarana melakukan pinjaman,” katanya saat diwawancarai di Mapolda Kalbar, Rabu (17/7/2019). 

Khusus bagi masyarakat pengguna kartu ATM, Riezky meminta agar kode pin yang dimiliki tidak diberi tahu kepada siapapun. Dalam membuat atau mengganti kode pin, dirinya juga berharap agar pengguna kartu ATM tidak mengaitkannya dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan identitas pribadi, seperti tanggal lahir, nomor telepon, nomor kendaraan dan lain-lain.

“Kalau ada pin jangan sembarangan dikasih tahu orang karena kartu ATM ini kan adalah data pribadi yang bisa saja dibuat akses untuk mengambil uang di tabungan. Dalam membuat pin itu yang paling mudah biasanya tanggal lahir atau misalnya segala hal yang dekat dengan kita. Itu sebaiknya jangan dilakukan,” pintanya. 

Menyangkut penipuan dengan modus pinjaman online yang terjadi di Pontianak baru-baru ini, Riezky mengaku turut menyayangkan. Oleh karenanya, Ia meminta masyarakat yang pernah dimintai KTP oleh pelaku untuk melapor kepada OJK guna dilakukan pengecekan oleh pihaknya. 

“Memang saat ini perbankan maupun perusahaan fintech memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan peminjaman secara online. Cukup dengan foto KTP asli ditambah dengan selfie dan adanya nomor telepun untuk sebagai konfirmasi apakah KTP yang dimasukkan ini sama datanya dengan yang ada di provider. Ini sebenarnya merupakan kerja sama dalam memudahkan masyarakat kecil melakukan pinjaman. Tetapi, celah ini dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab seperti tadi,” tuturnya. 

Riezky juga memastikan bahwa berdasarkan koordinasi yang Ia lakukan ke OJK Pusat, kasus ini tercatat belum merambah ke daerah-daerah lain. Dengan kata lain, kasus ini baru terjadi di wilayah Kalimantan Barat. 

“Memang sampai dengan saat ini masih ada beberapa masyarakat yang datang ke OJK untuk melakukan pengecekan. Apakah namanya itu ada tercantum di pinjaman dari bank maupun finance tadi. Kalau sudah ada hasilnya nanti akan kita laporkan kembali ke kepolisian,” imbuhnya. (NAJ)