SHARE
Golkar Kalbar Belum Tentu Usung Kader Pada Pilkada Serentak 2020

PONTIANAK – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Kalimantan Barat tengah bersiap menyambut perhelatan Pilkada serentak 2020. Saat ini, konsolidasi di 7 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada di Kalbar tengah intens dilakukan. 

“Khusus untuk Partai Golkar, saat sekarang kami sudah melakukan konsolidasi. Kita keliling ke daerah-daerah untuk penggalangan,” ucap Sekretaris DPD Golkar Kalbar Prabasa Anantatur saat ditemui di Kantor DPRD Kalbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Jumat (23/8/2019).

Pada Pilkada serentak 2020 nanti, Golkar dikatakan Prabasa belum tentu mengusung kader partai sendiri untuk dicalonkan menjadi calon bupati/wakil bupati. Sebab kata dia, kader-kader Partai Golkar belum tentu diinginkan masyarakat untuk menjadi kepala daerah.

Pengusungan calon kepala daerah, lanjut Prabasa juga akan dilakukan setelah internal partai melakukan dua kali survei. Karenanya, kader-kader Golkar yang hendak mencalonkan diri menjadi bupati/wakil bupati disarankannya untuk mulai mendekati masyarakat supaya mendapat perolehan tinggi saat survei. 

“Untuk merebut 7 daerah, kader-kadernya mau jadi bupati ya sekarang. Tahapan kedua, Golkar itu menetapkan satu pasangan calon sudah pasti melakukan survei. Survei itu bukan tertutup dari kader luar, ataupun tokoh masyarakat, tokoh agama. Survei itulah yang menentukan kira-kira siapa yang diinginkan masyarakat. Yang ingin maju, menyiapkan sekarang. Mendekatkan kepada masyarakat,” tuturnya. 

Anggota DPRD Kalbar ini menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin itu sangat terbuka untuk mengusung kader dari partai lain. Namun kata dia, segala keputusan terkait pengusungan kepala daerah akan ditentukan oleh pengurus DPP.

“Setelah didapatkan hasil survei, dua kali survei ya barulah ditentukan oleh DPP. Golkar terbuka. Kita sangat demokrasi. Bukan berarti kader sendiri harus didukung,” tandasnya. (NAJ)