SHARE
Gawai Dayak 2018 Usung Tema Toleransi dan Netralitas
Panitia Pekan Gawai Dayak 2018 menggelar konferensi pers di Rumah Radakng, Sabtu (12/5/2016)

PONTIANAK – Pekan Gawai Dayak ke-33 tahun ini akan dihelat dalam suasana berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Even wisata nasional ini dipastikan berlangsung pada bulan Ramadhan sekaligus menjelang pesta demokrasi serentak 2018.

Oleh karenanya, panitia penyelenggara menyiapkan sejumlah skenario even yang lebih mengedepankan pesan-pesan toleransi antarumat beragama.

Jika sebelumnya, pekan gawai Dayak digelar selama seminggu penuh, kali ini pelaksanaanbya cukup empat hari saja terhitung mulai dari 20 – 24 Mei 2018.

Ketua Panitia Gawai Dayak ke-33 Andreas Lani mengatakan bahwa selain dengan keterbatasan pelaksanaan gawai Dayak kali ini, juga menjunjung tinggi nilai harmonisasi dan toleransi antar umat beragama.

“Mudah-mudahan dengan pekan gawai Dayak tahun ini, kerukunan antarumat beragama di Kalbar tetap terjaga, tenang, dan aman dari isu-isu yang bisa membuat perpecahan di antara kita,” jelas Andreas Lani dalam konferensi pers di Pontianak, Sabtu (12/5/2018).

Selain itu, pekan gawai Dayak kali ini akan berlangsung dalam suasana panas pesta demokrasi yang sedang berlangsung di Kalbar. Andreas Lani menegaskan pekan gawai Dayak kali ini akan berlangsung tanpa adanya embel-embel pilkada dan dipastikan akan berjalan netral.

“Kami dari panitia tidak akan mengundang pasangan calon gubernur. Tetapi undangan untuk perseorangan sebagai tokoh, wali kota, bupati, maupun mantan bupati dan mantan wali kota dan lain sebagainya. Dan Pekan Gawai Dayak kali ini tidak akan menjadi ajang berpolitik praktis,” jelasnya.

Pekan Gawai Dayak tetap berjalan dengan proporsional dan profesional dalam menjalankan kegiatan dan fokus terhadap persatuan, kerukunan, dan kebudayaan. Sesuai dengan tema yang diusung pada tahun ini yakni “Melalui Gawai Dayak Kita Tingkatkan Soliditas dan Solidaritas Sosial”. (CRS)