SHARE
Gastrofest Hadirkan Aneka 'Tambol' dan Berbagai Sajian Olahan Ikan
Aneka tambol yang dipamerkan pada Gastrofest 2019. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Festival Gastronomi bertajuk Gastrofest 2019 menghadirkan aneka ‘tambol’ khas Kalimantan Barat. Tambol yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kue tradisional yang dipamerkan terdiri dari dua rasa, yaitu manis dan asin.

Aneka tambol dengan rasa manis yang dipamerkan antara lain jorong-jorong, getuk, lopes, deram, dokok-dokok, blodar dan putu buluh. Sementara tambol bercita rasa asin yang ditampilkan di antaranya kentang goyang dan lepat lau.

Berbagai sajian olahan ikan juga dipamerkan dalam festival yang baru pertama kalinya digelar tersebut. Namun, sajian olahan ikan ini baru bisa dipamerkan setelah para peserta menyelesaikan lomba kreasi memasak ikan untuk kemudian diberikan penilaian oleh dewan juri.

Sedikitnya 28 orang peserta dari berbagai daerah ikut berpartisipasi dalam lomba kreasi memasak ikan tersebut. Mereka diberikan waktu selama dua jam untuk mengkreasikan sajian masakannya. Para peserta juga sudah menyiapkan jenis ikan yang bakal dikreasikan, mulai dari ikan baung, tongkol, kakap merah, toman, nila, ikan mas hingga ikan pandan.

“Walaupun masak ikan, tetapi mereka tidak fokus hanya pada satu ikan. Ada ikan laut dan ikan sungai. Fokusnya lebih pada pengemasan hasil masakan ikan dari sisi gastronominya,” ucap Project Manager Gastrofest 2019 Muhammad Rizal Edwin di Halaman Museum Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Minggu (1/12/2019).

Edwin menambahkan, festival gastronomi ini berbeda dengan festival kuliner biasa. Festival gastronomi dikatakannya lebih menekankan pada seni menyajikan masakan, berbeda dengan festival kuliner yang hanya memusatkan pada bentuk makanan secara umum.

“Perbedaan kuliner dan gastronomi itu pada endingnya. Kuliner itu dia masakan, fokus pada masakan, tetapi gastronomi bagaimana penyajian masakan itu sendiri. Gastronomi itu berbicara art of kulinernya. Seni dari kulinernya. Selain cerita, ada sejarahnya, ada cara penyajiannya. Fokus pada art, seni, cerita dari masakan itu sendiri,” terangnya.

Edwin menerangkan selain sajian olahan ikan dan aneka tambol, Gastrofest 2019 juga turut dimeriahkan dengan pertunjukan budaya dari Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar dan lomba makan kue blodar. Di samping itu, festival tersebut juga akan dimeriahkan pula dengan gastro buffet, yakni makan dan minum sepuasnya hanya dengan membayar Rp50 ribu.

“Gastro buffet itu makan sepuasnya dan bayar cuma Rp50 ribu. Di situ silakan makan sepuasnya dari aneka kue, mie tambi, nasi Pontianak, bubur pedas. Minumannya juga ada laksamana mengamuk, air serbat, kopi pancong dan lain-lain,” tutupnya. (NAJ)