SHARE
Dua Formasi CPNS Pemkot Pontianak Masih Nihil Pelamar
Proses penerimaan berkas CPNS di lingkungan Pemkot Pontianak. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Dua formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Pontianak masih nihil pelamar. Kedua formasi itu ialah Pranata Anastesi dan Epidemiologi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro menjelaskan penyebab nihilnya pelamar di pos Pranata Anastesi. Menurut Multi, nihilnya pelamar disebabkan oleh tingginya kualifikasi pendidikan yang disyaratkan oleh Kemenpan RB. Multi juga menjelaskan kalau situasi seperti ini juga pernah terjadi saat proses penerimaan CPNS tahun 2018 lalu.

“Seperti tahun sebelumnya, pelamar formasi ini nihil lantaran banyak yang hanya lulusan D III. Sementara keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), formasi Pranata Anestesi adalah lulusan D IV. Kami pernah menyampaikan perihal ini, tetapi ketentuan dari Kemenpan adalah lulusan D IV,” ujarnya di Kantor BKPSDM Kota Pontianak, Rabu (27/11/2019).

Adapun penyebab nihilnya pelamar di pos Epidemiologi, Multi mengaku belum mengetahui. Ia hanya mengira-ngira, kalau penyebabnya lantaran belum adanya pendidikan khusus di Kalimantan Barat. Padahal kata dia, tenaga yang bertugas mempelajari pola penyebaran penyakit atau kejadian yang berhubungan dengan kesehatan serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keadaan tersebut sangatlah diperlukan bagi dunia medis di Kota Pontianak.

“Untuk Pranata Anestesi dibutuhkan empat orang, Epidemiologi tiga orang. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini ada pelamar dari berbagai daerah untuk posisi tersebut,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Multi juga menerangkan bahwa saat ini sudah lebih dari lima ribu berkas yang sudah terdaftar dan terverifikasi sejak tanggal 25 November 2019 lalu. Ia memprediksi, hingga batas akhir penerimaan berkas pada 29 November atau paling lama 30 November nanti, akan ada lebih dari delapan ribu berkas yang bakal terdaftar.

“Yang jelas ketika mereka sudah melakukan pendaftaran lewat portal BKN dan mengupload berkas-berkasnya, tentu kami akan melakukan penerimaan verifikasi pemberkasannya. Kita tunggu sampai selesai,” imbuhnya. (NAJ)