SHARE
Dinkes Kalbar Jamin Keamanan dan Kehalalan Vaksin Sinovac
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson. Foto: ANS/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menjamin keamanan dan kehalalan penggunaan Vaksin Sinovac di Indonesia.

Hal itu seiring telah dikeluarkannya use of emergency authorization atau izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 (Sinovac) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

“Termasuk dikeluarkan fatwa oleh MUI, dimana vaksin ini halal dan suci. Makanya Kemenkes telah mengirimkan surat kepada Dinas Kesehatan Kalbar untuk segera mendistribusikan Vaksin Sinovac,” kata Kepala Dinkes Kalbar Harisson, Selasa (12/1/2021).

Harisson menuturkan sebenarnya untuk Vaksin Sinovac telah dilakukan uji klinis di beberapa negara. Seperti di Brazil tingkat efikasi atau tingkat keampuhan vaksin corona Sinovac sebesar 78 persen. kemudian di Turki 91,25 persen.

Untuk di Indonesia BPOM telah melakukan uji klinis di Jawa Barat, di mana efikasi mencapai 65,3 persen. Di atas dari standar WHO yaitu tingkat efikasinya 50 persen.

“Ini berarti vaksinasi dengan vaksin Sinovac berpotensi menurunkan kemungkinan seseorang terinfeksi sebesar 63,3 persen,” katanya.

Dijelaskan Harisson berdasarkan hasil rilis BPOM, setelah 14 hari pasca imunisasi Vaksin Sinovac mampu membentuk antibodi sampai 99,74. Sedangkan untuk kejadian ikutan pasca imunisasi dialami 0,1 persen dari jumlah orang dilakukan uji klinis.

Terdapat tiga aspek penting yang harus di jamin sebelum penggunaan Vaksin Sinovac yaitu aspek keamanan, bermutu, dan berkhasiat.

“Vaksin Sinovac sudah memenuhi tiga aspek penting ini. Satu lagi bahwa vaksin ini halal dan suci sesuai dengan fatwa dari MUI,” pungkasnya. (ANS)