SHARE
Salah satu konten hoax yang ditelusuri HCC Kalbar. Foto: Dok HCC

PONTIANAK– Beredar luas sebuah tangkapan layar informasi yang menyebutkan bahwa jidat Kapten Arm Tri S, Danramil Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya tertembak saat ikut mengamankan kericuhan “Aksi 22 Mei” di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam tangkapan layar itu, terdapat foto Danramil Sungai Kakap Kapten Arm Tri S terbaring lemah di rumah sakit dan sedang mendapat penanganan medis. Narasi dalam foto itu menyebutkan bahwa jidat Danramil tertembak. Berikut narasinya:

“Ijin atasan menyampaikan telah tertembak kapten tri danramil kakap pas di jidat kepala. Untuk sekarang lagi di evakuasi di RS Yarsi selanjutnya mohon petunjuk”

Setelah dilakukan penelusuran oleh tim Hoax Crisis Center (HCC) Kalbar, bahwa informasi yang beredar itu tidak benar alias hoaks. “Informasi yang menyebutkan bahwa Danramil Sungai Kakap Kapten Arm Tri S tertembak tidaklah benar, melainkan terkena lemparan batu,” tegas Ketum HCC Kalbar, Reinardo Sinaga, dalam siaran pers yang dirilis Jumat (24/5/2019).

Jadi, kata pria yang akrab disapa Edo ini, konten yang disebar itu adalah konten yang salah. Di mana ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah. “Bisa juga merupakan masuk kategori misleadingcontentatau konten yang menyesatkan. Hal itu dikarenakan terjadi framing seolah-olah ada anggota TNI yang tertembak,” tegas Edo.

Penegasan bahwa Danramil tidak tertembak juga dikuatkan dengan keterangan resmi dari Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe.

Bahwa dalam rilis resminya, Kapolda menyebutkan ada tiga anggota Polri yang tertembak ketika membubarkan kerumunan massa. Kemudian ada juga anggota Polri dan TNI yang terluka kena lemparan batu saat pengamanan kerusuhan “Aksi 22 Mei” di Pontianak Timur, sejak Rabu (22/5/2019) sampai Kamis (23/5/2019).

“Untuk di Kalbar, ada 3 anggota tertembak saat membubarkan massa. Antara lain Bripda Aldiono, Ipda Agus S, dan Brigadir Sarifin Ahyar. Aldiono yang berasal dari Satuan Sabhara Polda Kalbar mengalami luka tembak di tungkai bawah kanan, Agus yang juga berasal dari satuan yang sama terluka di kaki kanan, sedangkan Sarifin adalah anggota Satuan Restik Polres Mempawah tertembak di paha kiri,” ujar Kapolda.

Peristiwa itu terjadi saat ketiganya sedang mengurai massa di Kecamatan Pontianak Timur pada Rabu kemarin. Ia menyebut luka tembak yang diderita tiga anggotanya itu berasal dari arah massa yang diduga menggunakan senjata api rakitan.

Ketiganya lalu dievakuasi ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Kalbar untuk mendapatkan pertolongan medis. Selain tertembak, masih ada dua aparat, masing-masing dari TNI dan Polri, yang terluka akibat lemparan batu.

“Seorang anggota TNI, Kapten Arm Tri S, Danramil Sui Kakap terkena lemparan batu mengakibatkan robek pada pelipis. Korban dievakuasi ke RST Kartika Husada. Dari Polri, korban merupakan supir Karoops Polda Kalbar, terluka di paha kanan akibat terkena lemparan batu dan langsung dibawa ke Dokkes Polda,” terang Kapolda.

Dalam keterangan resmi dari Kodam XII/Tanjungpura, juga membantah bahwa Danramil Sungai Kakap Kapten Arm Tri S menjadi korban tembakan.

Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Danramil 1207-07/Sei Kakap, Kapten Arm Tri Yuliantoro memang mengalami luka di bagian keningnya tetapi bukan disebabkan karena terkena tembakan dari senjata api.

“Luka tersebut akibat terkena lemparan batu pada saat berlangsungnya aksi demonstrasi di simpang empat Tanjung Raya, yang mengenai bagian kening dari Danramil,” terang Kapendam.

Kapendam juga mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Rabu sekira pukul 23.30 Wib, saat Kapten Arm Tri Yuliantoro mengawal salah satu dari pimpinan demonstran untuk melakukan mediasi dengan Dandim 1207/BS. Tidak diketahui pasti siapa yang melempar sehingga mengenai Danramil.

Karena luka akibat lemparan batu tersebut, Danramil harus dievakuasi ke RS Yarsi Pontianak Timur untuk mendapatkan penanganan pertama. “Pada pukul 00.15 WIB Kapten Arm Tri Yuliantoro dirujuk ke Rumkit Kartika Husada untuk mendapatkan perawatan Intensif dan dilakukan jahit ulang pada lukanya, hingga saat ini masih dirawat di Rumkit Kartika Husada,” jelas Kapendam.

Sebagaimana diketahui, Pangdam XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab didampingi Danlantamal Pontianak dan Danlanud Supadio serta Kapolda Kalbar turut menjenguk anggota TNI dan Polri yang dirawat di RST Kartika Husada dan RS Bhayangkara (Dokes) Pontianak.

Kemudian, mengenai data aparat pengamanan kerusuhan di Pontianak yang tertembak sebelumnya sudah pernah dimuat di beberapa media mainstream lokal maupun nasional. (R-1)