SHARE
Bayi Effa saat dipulangkan melalui PLBN Entikong, Kamis (18/2/2021). Foto: Dok KJRI Kuching

PONTIANAK – Seorang bayi yang sempat dibuang ibunya di Malaysia, kini sudah dipulangkan ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat. Bayi usia satu tahun ini bernama Effa Carlisa. Dia anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

“Kami dari Konsulat Jenderal RI Kuching membantu pemulangan seorang bayi yang ditinggalkan ibunya selama satu tahun di Sarawak, Malaysia,” jelas Konjen RI Kuching, Yonny Tri Prayitno kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).

Yonny menjelaskan, bayi perempuan ini diantar pulang KJRI Kuching ke Indonesia melalui PLBN Entikong, Sanggau, Kalbar tanpa pendampingan orangtuanya, pada Kamis (18/2/2021).

“Sehari sebelumnya, bayi ini diserahkan oleh Jabatan Kebajikan Bintulu kepada KJRI Kuching atas perintah Mahkamah Bintulu,” kata Yonny.

Awalnya, kata Yonny, ibunda dari bayi ini merupakan seorang WNI/PMI asal Landak, Kalbar yang bekerja di sebuah kedai di area Bintulu, Sarawak.

Ia kemudian melahirkan bayi di kedai tersebut pada 27 Januari 2020. Bayi yang belakangan diberi nama Effa Carlisa itu kemudian disimpan dan ditinggalkan oleh ibunya di tangga kedai bangunan tersebut.

Hingga akhirnya Effa ditemukan oleh pemilik kedai yang kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian. Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, ibundanya Effa dapat ditangkap pihak kepolisian karena tuduhan membuang bayi dan akta Imigresen. “Ibu bayi ini kemudian menjalani hukuman penjara,” kata Yonny.

Bayi Effa Carlisa yang belum merasakan kasih sayang ibunya tersebut kemudian dirawat dalam penjagaan Jabatan Kebajikan Bintulu untuk sementara waktu sampai putusan pihak mahkamah untuk diantar pulang ke Indonesia.

Sementara itu ibunda Effa telah dipulangkan atau dideportasi oleh Jabatan Imigresen Bekenu pada sekitar bulan Mei 2020 lalu, tanpa memberitahukan kepada pihak KJRI Kuching bahwa ada anaknya yang masih dalam penjagaan Jabatan Kebajikan Bintulu.

“Pihak Jabatan Kebajikan Bintulu baru melaporkan kepada KJRI Kuching terkait kasus tersebut pada bulan Juni, setelah ibunya berada di Indonesia,” jelas Yonny.

Setelah proses penjagaan selesai di bawah perintah Mahkamah Bintulu, pihak Jabatan Kebajikan Bintulu memberitahukan bahwa bayi Effa akan diserahkan kepada KJRI Kuching di Mahkamah Bintulu.

“Jadi, pada 17 Februari 2021 KJRI Kuching telah menerima penyerahan bayi Effa Carlisa di Mahkamah Bintulu. Selanjutnya bayi Effa Carlisa dibawa ke KJRI Kuching untuk proses pemulangan,” cerita Yonny.

Proses pemulangan, dikatakan Yonny, berjalan lancar sampai PLBN Entikong. Sepanjang perjalanan, Effa digendong oleh Ketua DWP KJRI Kuching, Nani Yonny.

Bayi Effa tampak riang gembira mengikuti proses penyerahannya dari KJRI Kuching kepada Dinas Sosial Landak yang diwakili Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial, Suswanti di zona netral PLBN Entikong.

Namun pada saat diterima oleh staf Dinas Sosial Kabupaten Landak, bayi Effa sempat menangis dan menolak digendong. “Tapi sebentar saja, setelahnya pihak Dinsos Landak bisa membawa dan menyerahkan bayi Effa kepada keluarganya,” tutup Yonny. (*/R-1)