SHARE
Bawaslu Temukan Buku yang Diduga Mendiskreditkan Salah Satu Paslon
Komisioner Bawaslu Kota Pontianak menunjukkan buku saku berjudul 'Melawan Amnesia Publik' yang diduga berisi konten yang memojokkan salah satu paslon presiden/wakil presiden. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Bawaslu Kota Pontianak menemukan buku yang diduga mendiskreditkan salah satu pasangan calon presiden/wakil presiden, Senin (11/3/2019). Buku saku yang berjudul ‘Melawan Amnesia Publik’ ini ditemukan sebanyak 22 buah di Kampus IAIN Pontianak. 

Komisioner Bawaslu Kota Pontianak Ridwan menuturkan penemuan buku ini diketahui setelah adanya masyarakat yang melapor kepada pihaknya. Mendapati informasi itu, Bawaslu Kota Pontianak langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang disebutkan pelapor.

Sesampai di lokasi penemuan sekitar pukul 13.00 WIB, buku-buku tersebut dikatakan Ridwan sudah diamankan oleh Kepala Bagian Umum IAIN Pontianak. Khawatir buku ini berisi konten yang menjatuhkan salah satu paslon, Bawaslu lantas mengamankan buku-buku tersebut ke Sekretariat Bawaslu Kota Pontianak.

“Diamankan oleh Kabag Umum jam 13.00 di Kampus IAIN Pontianak. Ada informasi dari masyarakat dan langsung kami cek ke lokasi. Jumlah yang tersebar tidak tahu. Tapi yang kami dapati ada 22. “Karena khawatir ada black campaigne, makanya buku ini kita amankan dulu,” ujar Ridwan saat ditemui di Sekretariat Bawaslu Kota Pontianak, Senin (11/3/2019) sore.

Ridwan menambahkan pihaknya akan secepatnya melakukan kajian terhadap buku yang diterbitkan oleh Forum Keluarga Korban Penculikan, Pelanggaran HAM dan Rasial tersebut. Dalam melakukan kajian, Bawaslu Kota Pontianak juga disebutnya akan berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat.

“Dugaan kami sementara ada semacam black campaigne dalam buku ini, tetapi kita masih akan melakukan kajian dan masih akan kami koordinasikan dengan Bawaslu Provinsi. Secepatnya akan kita lakukan kajian,” tandasnya. (NAJ)