SHARE
Anak-Anak Kampung Beting Belajar Bahasa Mandarin
Salah seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin Untan tengah mengajari anak-anak Kampung Beting tentang salah satu kebudayaan masyarakat Tiongkok. Foto: NAJ/kalbarupdates.com

PONTIANAK – Sebanyak tiga orang dosen program studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Tanjungpura (Untan) memberikan pengajaran bahasa Mandarin kepada puluhan anak Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), ketiga dosen ini mengajarkan bahasa Mandarin dasar dan kebudayaan masyarakat Tiongkok seperti wushu, simpul Tiongkok dan tari tradisional khas masyarakat Tiongkok.

Turut serta menggandeng 11 orang mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Mandarin, puluhan anak Kampung Beting ini diajari tentang Bahasa Mandarin dan kebudayaan Tiongkok selama beberapa pekan. Terhitung, sejak akhir Agustus hingga awal Oktober 2019.

Kepada awak redaksi, koordinator PKM Ina bercerita kalau pengajaran tersebut dilakukan setiap hari Minggu pada setiap pekannya. Pertemuan rutin yang dilangsungkan selama 4 jam tersebut dikatakannya selalu mendapat sambutan positif dari anak-anak Kampung Beting.

“Di setiap pertemuan dosen dan mahasiswa berkolaborasi memberikan pembelajaran mengenai bahasa dan budaya Tiongkok kepada generasi muda Kampung Beting. Pertemuan tersebut berlangsung selama 4 jam dengan memberikan pengajaran bahasa Mandarin dasar dan kebudayaan tiongkok seperti wushu, simpul tiongkok serta tari tradisional Tiongkok,” katanya di Pontianak, Senin (14/10/2019) sore.

Ina menjelaskan bahwa kegiatan sosial yang digagasnya itu ditujukan supaya generasi muda Kampung Beting menyadari pentingnya mempelajari bahasa asing, khususnya Bahasa Mandarin. Jauh lebih penting dari itu, lanjut Ina, pengajaran bahasa Mandarin bertujuan supaya anak-anak Kampung Beting memiliki kegiatan positif yang secara tidak langsung akan berdampak baik bagi masa depan kawasan yang kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat tersebut.

“Mereka bisa termotivasi untuk mempelajari bahasa Mandarin lebih jauh. Melalui pembelajaran seni wushu dan tari serta kebudayaan masyarakat Tionghoa, diharapkan akan tumbuh rasa cinta mereka terhadap tanah air,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, salah seorang perwakilan orang tua anak-anak Kampung Beting, Nina menyambut baik kegiatan PKM yang digelar para dosen dan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Mandarin Untan. Mengingat dampaknya yang begitu besar bagi anak-anak sekitar, dirinya pun berharap agar kegiatan serupa bisa kembali dihelat di Kampung Beting, bahkan dalam jangka waktu yang lebih lama.

“Kami sangat senang bisa mendapatkan sosialisasi ini karena sangat memberikan manfaat bagi anak anak muda di sini. Mereka termotivasi dalam belajar dan mengenal bahasa dan budaya Tiongkok. Mudah-mudahan sosialisasi yang telah di berikan dapat bermanfaat bagi anak-anak di Kampung Beting dan dapat dilakukan lagi kegiatan yang sejenis di kemudian hari,” pungkasnya. (NAJ)