SHARE
Ini Pesan Asisten Ajudan Presiden Kepada Para Pemuda Kalbar
Iptu Syarif Muhammad Fitriansyah Alaydrus, salah satu pemuda inspiratif asal Kalbar yang kini dipercaya menjadi Asisten Ajudan Presiden RI (menunjukkan telepon genggam ke Joko Widodo). Foto: Instagram.

PONTIANAK – Namanya Syarif Muhammad Fitriansyah Alaydrus. Dalam kesehariannya, pria asli Pontianak, Kalimantan Barat ini biasa dipanggil Ian.

Di antara pemuda asal Pontianak lainnya, barangkali nasib Ian jauh lebih mujur. Pasalnya, pria yang mengakhiri masa lajang pada 6 Februari 2016 silam ini berkesempatan mendampingi orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Bahkan bukan hanya satu atau dua kali, melainkan setiap saat.

Sejak 3 tahun silam, ayah satu anak ini memang dipercaya sebagai Asisten Ajudan Presiden Republik Indonesia. Suatu peran yang memang mewajibkannya untuk selalu siaga mendampingi orang nomor satu di bumi pertiwi tersebut. Peran itu pulalah yang membawanya kembali ke Kalimantan Barat untuk memberikan motivasi kepada ratusan pemuda dalam sebuah kegiatan bertajuk “Pemuda Kalbar Inspiratif” yang dihelat di Hotel Ibis Pontianak City Center, Rabu (13/3/2019) pagi.

Di hadapan ratusan pemuda, alumni Akademi Kepolisian angkatan 2012 ini berpesan agar anak-anak muda di Kalbar berani bersaing dengan anak muda lain di luar Kalbar. Selain itu, para pemuda juga dipesankannya untuk terus mengikuti perkembangan agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman.

“Teman-teman pemuda di Kalbar ini harus sama seperti teman-teman pemuda yang ada di Jawa. Nyatanya sudah ada contohnya. Hal itu bisa dimulai dari sekarang. Kita harus melihat dinamika yang ada di luar. Dunia ini bergerak dengan sangat cepat. Banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi. Kalbar jangan sampai ketinggalan,” pesannya.

Tak cuma berpesan, suami dari Widya Ariska ini tak luput memberikan tips kepada para peserta kegiatan. Beberapa tips tang dibagikannya antara lain selalu melaksanakan tugas dan tanggung jawab, tidak melanggar aturan, terus belajar dan selalu meningkatkan kualitas diri.

“Pastinya jika kalian punya impian, maka wujudkanlah mimpi itu. Make your dreams come true. Wujudkan mimpi kalian itu. Meraih mimpi itu salah satunya dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, tidak melanggar aturan, terus belajar dan meningkatkan mutu diri. Pemuda-pemudi Kalbar pasti bisa,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Ian juga mengutarakan harapannya terhadap pemuda Kalimantan Barat. Tak tanggung-tanggung, Ian berharap dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun mendatang, ada pemuda asal Kalbar yang menjadi pemimpin tertinggi di republik ini.

“Ke depan, 10 tahun atau 15 tahun atau 20 tahun mendatang kita ingin anak-anak muda Kalbar ini menjadi pemimpin. Atau mungkin bisa jadi presiden. Kalau dari TNI, bisa jadi Panglima TNI. Kalau yang dari Polri, mungkin bisa jadi Kapolri. Kita ingin pemuda-pemudi Kalbar bangkit mulai dari sekarang sehingga nantinya bisa memimpin Kalbar, bahkan Indonesia,” harapnya.

Di waktu yang bersamaan, Ian tak luput mengisahkan rasa suka dan dukanya selama mendampingi Presiden RI. Namun bagi dia, lebih banyak rasa suka dibandingkan duka semasa menyertai orang nomor satu di Indonesia itu. Ian pun mengaku mendapat banyak pelajaran penting dari Presiden RI selama menjalankan tugas sebagai Asisten Ajudan Presiden. Salah satu hal yang Ia pelajari dari sosok Presiden RI ialah tentang kerja keras.

“Suka dan dukanya pasti ada, ya. Paling penting adalah pengalaman kerja yang sangat luar biasa. Bekerja dengan Pak Presiden, banyak hal yang bisa saya pelajari. Beliau adalah seorang pekerja keras. Beliau adalah bapak dan sebagai guru yang mana beliau mengajarkan nilai-nilai positif kepada rakyatnya,” tandasnya. (NAJ)