SHARE
TNI Gagalkan Penyelundupan Tiga Karung Obat Pereda Nyeri Asal Malaysia
Tim Patroli Satgas Yonif R 641/Bru dan aparat Bea Cukai Tipe Madya C Entikong saat memeriksa karung berisi obat-obatan ilegal asal Malaysia. Foto: Dok Satgas Yonif R 641/Bru.

SEKAYAM – Tiga orang warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar, akhirnya berurusan dengan aparat TNI. Ketiganya kepergok Tim Patroli Satgas Yonif R 641/Bru saat hendak menyelundupkan tiga karung obat-obatan asal Malaysia di Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) Sektor Pos Lubuk Tengah.

Komandan Tim (Dantim) Patroli Serda Zakaria mengatakan bahwa sebelumnya mereka sudah mendapat informasi dari berbagai pihak. Baik yang bersumber dari Babinsa Desa Lubuk Sabuk Koramil 1204-02/Sekayam Serda Yuli Kristianto, dan masyarakat Desa Lubuk Sabuk. Informasi yang masuk berisi pesan akan ada kegiatan illegal trading di JIPP Sektor Pos Lubuk Sabuk.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Komandan Pos Lubuk Sabuk Letda Inf Wisnu mengeluarkan personel dengan kekuatan lima orang yang dipimpin oleh Serda Zakaria untuk melaksanakan patroli wilayah. Benar saja, pada malam itu (9/9/2020) sekitar pukul 23.00 WIB, tiga orang terlihat memikul tiga karung keluar dari wilayah Malaysia melalui JIPP. Melihat hal ini, tim patroli segera menghentikan dan mengamankan ketiga pelaku ke Pos Lubuk Tengah.

Setelah dilakukan wawancara kepada para pelaku dan pemeriksaan terhadap tiga karung tersebut, ternyata isinya berupa obat-obatan dalam jumlah besar.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengamankan barang bukti tiga karung obat-obatan yang diselundupkan dari Malaysia. “Pelaku sudah diserahkan ke Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong guna proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya, Jumat (11/9/2020).

Bersama pihak Bea dan Cukai, Satgas Yonif R 641/Bru mengadakan pengecekan terhadap barang bukti dengan mesin X-Ray. Hasil pengecekan X-Ray tidak menemukan adanya indikasi unsur narkotika di dalam barang bukti tersebut.

Paracil merupakan obat yang memiliki kandungan parasetamol 500 mg. Obat jenis acetaminopen ini biasanya digunakan untuk penurun demam dan pereda nyeri.

“Walaupun termasuk kategori obat bebas, namun karena masuknya dari luar negeri secara ilegal dan tidak ada sertifikasi dari BPOM atau Karantina Kesehatan, maka masuk kategori ilegal,” tutup Kukuh. (*/R-1)