SHARE
Oknum Pendeta di Entikong Diduga Gelapkan Dana Gereja
Ilustrasi

ENTIKONG-Oknum pendeta berinisial TS (48) diduga melakukan penggelapan dana Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI), Jumat (11/1/2019). TS diduga menggelapkan dana senilai Rp575 juta yang berasal dari ganti rugi lahan GKSI yang merupakan objek terdampak proyek pelebaran Jalan Lintas Negara Malindo di Dusun Peripin, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau.

“Pada saat pencairan, uang ganti rugi pelebaran jalan sebesar Rp575 juta masuk ke rekening atas nama pendeta TS. Setelah uangnya diterima, tersangka ini tidak menginformasikan kepada jemaat,” ungkap Kapolsek Entikong Kompol Amin Siddiq saat konferensi pers di Mapolsek Entikong, Jumat (11/1/2019). 

Pada saat dilakukan pemeriksaan, lanjut Kapolsek, TS sempat membela diri lantaran dirinya merasa berhak atas uang ganti ratusan juta itu. Terduga beralasan bahwa dirinyalah yang mengurusi dan menjadi pendeta di gereja tersebut. 

“Dari pengakuannya, dia yang mengurus gereja dan dia juga menjadi pendeta di situ, sehingga tersangka ini merasa punya hak atas uang ganti rugi tersebut. Gereja itu sendiri dibangun oleh jemaat gerejanya. TS ini sebelum Natal kemarin sudah tidak aktif lagi sebagai pendeta di GKSI,” tutur Kapolsek.

Dari tangan TS, polisi berhasil menyita satu unit mobil, STNK dan BPKB yang diduga dibeli dari uang pembebasan lahan. Barang bukti lain yang turut diamankan ialah buku tabungan dan kartu ATM atas nama TS.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tidak ada pihak lain yang ikut menikmati uang hasil penggelapan tersebut. Dengan kata lain, uang ratusan juta itu hanya dinikmati oleh TS. Akibat perbuatannya, oknum pendeta ini dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman kurungan empat tahun penjara. (NAJ)