SHARE
Ilustrasi

KUALA MANDOR B – Masyarakat di Dusun Tanjung Pasir, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B mengaku tidak menyangka atas perbuatan yang dilakukan NR, oknum pengasuh pondok pesantren yang diduga memerkosa santrinya sendiri. Sebab di kesehariannya, terduga pelaku dikenal baik dan kerap memberikan pencerahan masyarakat.

“Dengan kejadian ini, kami pun seperti di luar akal sehat menurut kami. Tidak percaya sama sekali. Beliau ini kalau ada acara keagamaan kalau diundang pasti datang. Penampilan dan komunikasinya tidak ada yang mencurigakan. Santrinya juga dibuat disiplin karena beliau biasa menjatuhkan sanksi bagi mereka yang tidak salat,” ucap Wakil Ketua Badan Pemusyawaratan Desa Kuala Mandor A Maksudi saat ditemui di Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Senin (17/6/2019). 

Rasa tidak percaya masyarakat kian bertambah lantaran pondok pesantren yang diasuh NR ini dikenal sebagai penghasil penghafal quran. Saking baiknya perangai NR, Maksudi bahkan mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu pengagum sifat baik NR. 

“Saya sendiri sangat mengagumi beliau (NR). Sehari-hari komunikasinya sangat baik pada masyarakat. Apabila memberikan pencerahan kepada masyarakat itu selalu sesuai dengan koridor hukum yang ada. Alumni-alumni pondok pesantren asuhannya itu juga banyak yang mumpuni. Katakanlah ada yang hafal Alquran 10 juz, 5 juz itu memang sudah ada hasil didikannya,” tuturnya. 

Maksudi tak menampik bahwa kejadian yang dialami MJ ini sempat memantik amarah masyarakat setempat. Namun reaksi tersebut tidak sampai berujung pada perusakan terhadap pondok pesantren yang diasuh NR. Bahkan kata dia, masyarakat setempat sangat berharap agar aktivitas belajar mengajar di pondok pesantren tersebut kembali berlanjut setelah beberapa lama terhenti karena ditinggalkan oleh NR. 

“Masyarakat berasumsi yang salah, ya salah karena kalau kita pikir pakai akal sehat tidak mungkin lembaga pendidikannya yang salah. Tentunya oknum yang bersalah. Kelangsungan pondok pesantren sangat diharapkan. Jika anal sekolah di luar, butuh biaya yang cukup besar. Sejauh ini, kita dapat informasi ada rekan guru yang siap menjalankan, tapi sifatnya sementara,” harapnya. 

Ditemui di tempat berbeda, mantan Kepala Desa Kuala Mandor A Nor Salam meminta terduga pelaku untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Terhadap keluarga korban, dirinya berpesan supaya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. 

“Pelaku kita minta kooperatiflah dengan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Bapak tidak akan diapa-apakan oleh masyarakat. Kalau yang dilaporkan oleh keluarga korban ini tidak benar, silakan bantah dan berikan keterangan kepada polisi. Kepada pihak keluarga korban saya harapkan supaya tidak anarkis, jangan main hakim sendiri. Serahkan saja kepada pihak yang berwajib,” imbuhnya. 

Lebih jauh Nor Salam mengimbau agar masyarakat di wilayah Desa Kuala Mandor A tidak terlalu merisaukan persoalan ini, terlebih hingga menimbulkan persilisihan antar warga. Sebab kata dia, peristiwa yang menimpa MJ saat ini sudah diproses oleh pihak berwajib. (NAJ)