SHARE
Langit Biru 2020 Jadi Instrumen TNI Bebaskan Kalbar dari Karhutla
Ilustrasi: Merdeka.com

PONTIANAK – Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menargetkan Provinsi Kalimantan Barat dapat terbebas dari kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2020 mendatang. Demi merealisasikan target tersebut, dirinya beserta jajaran sudah merancang program pencegahan dini karhutla yang dinamai ‘Langit Biru di Bumi Khatulistiwa’.

Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan bahwa program yang dirancangnya itu didasari kekhawatiran akan dampak buruk karhutla yang terjadi di wilayah Kalbar pada tahun 2019 ini. Program tersebut juga merupakan bentuk pengejawantahan keinginan Presiden Joko Widodo yang menghendaki tidak terulangnya bencana karhutla.

Saat ini kita mencoba mencari masukan-masukan dari berbagai komponen bangsa yang ada. Program langit biru di khatulistiwa ini maksudnya kita memberikan solusi alternatif dalam hal penanganan karhutla. Sehingga ke depan, karhutla bisa diminimalisasi bahkan dicegah sejak awal,” katanya seusai kegiatan Focus Group Discussion di Makodam XII Tanjungpura, Jalan Alianyang Kubu Raya, Jumat (11/10/2019).

Guna memuluskan jalannya program ini, Pangdam juga mengaku sudah menyusun strategi yang dinamainya Integrasi Sinergi Pentaholic. Strategi ini nantinya bakal memaksimalkan peran serta berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat hingga media massa.

“Nanti ada dari pemerintah, kemudian pengusaha yang ke depan akan memperbaiki sistem perusahaan, lalu kita minta masukan dari masyarakat. Kita lihat sendiri hari ini banyak masukan yang bisa dijadikan referensi tentang bagaimana menata lingkungan menjadi lebih bagus. Kemudian peran media massa bagaimana sebagai sarana untuk memengaruhi secara langsung kepada masyarakat. Itulah hal yang akan kita lakukan. Nah, hari ini bersama tokoh masyarakat dan media dulu. Minggu depan baru kita undang pemerintah daerah. Minggu berikutnya lagi dengan pelaku usaha,” ulasnya.

Mantan Kasdam VI Mulawarman ini menuturkan bahwa pihaknya akan secara simultan menyosialisasikan program ini hingga November 2019 mendatang. Sehingga, diharapkan program ini bisa mulai dikerjakan pada bulan Januari 2020.

Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa ini pun didukung penuh oleh tokoh masyarakat Kalimantan Barat, salah satunya Sultan IX Kesultanan Kadriah Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie. Dirinya berharap, program ini benar-benar bisa menjadi solusi terhadap peristiwa yang sudah menjadi bencana tahunan bagi masyarakat tersebut.

“Mudah-mudahan pada 2020, benar-benar tidak ada karhutla agar aktivitas masyarakat tak terganggu,” harapnya. (NAJ)